Skip to main content

Draft Children Evaluation Guide - Tuhan Sahabatku


LAPORAN & EVALUASI ANAK
Tuhan Sahabatku

Nama anak                  : XX
Kelas                           : …….
Semester                     : II / 2017-2018 (Jan-Jun)
Guru                            : ……

A.       OVERVIEW ( Ringkasan dan Alur Cerita Alkitab)
Bersyukur kepada Tuhan untuk untuk satu semester yang telah kita nikmati bersama. Sebagaimana di masa sebelumnya, saat ini ketika anak berusia 4-5 tahun, “kasih” masih menjadi tema utama dalam hidup mereka. Buku Teaching Kids about God, mengutip hal ini sebagai yang paling dibutuhkan anak-anak pada masa ini,
Di atas semuanya, anak-anak perlu tahu bahwa mereka dikasihi, diterima, dan diinginkan oleh Anda dan juga oleh Tuhan yang nyata, penuh kasih, dan penuh kuasa.” (hal.4)

Relasi kasih dan penerimaan yang sudah kita bangun sejak masa sebelumnya, telah menjadi bagian dari pernyataan kasih Tuhan pada mereka. Mereka belajar mengenal dan mengalami kasih Tuhan. Kasih ini menjadi dasar untuk terus-menerus bertumbuh dalam relasi dengan Tuhan. Kali ini, kita telah membimbing mereka membangun dan bertumbuh di dalam persahabatan dengan Tuhan melalui tema Tuhan Sahabatku. Melalui tema ini, anak-anak diingatkan bahwa Tuhan Yesus mau menjadi sahabat mereka dan Ia ingin agar anak-anak juga menjadi sahabat yang baik bagi teman-teman di sepanjang hidup mereka. Hal ini penting untuk mempersiapkan mereka memasuki tahap selanjutnya, usia 5-6 tahun,  dan membina hubungan lebih lanjut dengan Tuhan dalam tema Aku dan Tuhanku.
Usia 5-6 tahun, adalah waktu yang penting untuk belajar tentang hal-hal yang berkaitan dengan membina hubungan dan bagaimana cara hubungan itu terjadi, baik dengan Tuhan, maupun dengan orang lain.” (Teaching Kids About God,hal.37)

Di dalam kehadiranNya di dunia, Yesus menyatakan kasih Tuhan yang nyata bagi manusia. KasihNya ditunjukkan dengan menerima semua orang, bahkan orang-orang yang tidak diperhitungkan oleh orang. Yesus menjadi sahabat yang mengerti, peduli, dan sungguh-sungguh melakukan sesuatu untuk menolong orang lain. Ia memberikan dan melakukan yang terbaik bagi sahabat-sahabatnya.
       I.          Tema Tuhan Sahabatku telah kita mulai dengan sub tema Tuhan Yesus, Sahabat Semua Orang. Ia menyatakan kasih dan penerimaan pada anak-anak dengan menjadi sahabat anak-anak. Alangkah senangnya mereka mengetahui kabar baik dalam Markus 10:14, “Biarkan anak-anak itu datang kepadaKu.” Pada saat itu, kami menggali kesan anak terhadap Tuhan Yesus, melalui gambar wajah dengan beragam ekspresi.  Apakah seram, galak, baik, ramah, sedih? Menarik sekali mengetahui bahwa mereka semua memiliki kesan positif terhadap Tuhan Yesus. Menurut mereka, Tuhan Yesus baik dan ramah. Yesus juga sahabat orang sakit. Di bawah bimbingan Papa dan Mama, mereka telah berlatih memberikan kartu untuk menyatakan perhatian Tuhan Yesus bagi orang sakit kepada keluarga atau pun teman yang sakit. Mereka juga belajar bahwa Yesus mau menjadi sahabat orang berdosa. Senang sekali mereka beraktivitas mencari ‘koin Matius’ seperti Tuhan mencari orang berdosa. Secara khusus, di rumah, Mami mengamati dan menunjukkan kesalahan anak serta mengajak anak mengakuinya kepada Tuhan yang mau menjadi sahabat bagi anak-anak yang berdosa. Untuk mengingatkan anak bahwa Yesus adakah sahabat kita dan sahabat yang sejati, lagu,”Sahabatku, Yesuslah Sahabatku” menjadi lagu tema dalam semester ini.

     II.          Berikutnya, anak-anak belajar bahwa Tuhan Yesus, Sahabat yang Mengerti dan Mau Menolong. Tuhan Yesus adalah Sahabat Orang yang Sedih. Ia adalah Sahabat yang Mengerti Perasaan kita. Ia mengerti kesedihan ibu janda di Nain ketika anaknya meninggal dan Yesus pun menangis ketika Lazarus, sahabatNya meninggal. Ia tahu dan mengerti perasaan sahabat-sahabatNya. Sebagai sahabat, Papa dan Mami juga mau menunjukkan pengertian terhadap perasaan anak. Berlatih saling mendengar dan mengungkapkan perasaan sayang, sedih, senang, ataupun marah, menjadi proyek kita pada sub tema ini. Tidak hanya mengerti perasaan, Yesus juga Sahabat yang Mengerti Kebutuhan dan Sanggup Menolong Kita.Ia selalu memberi apa yang kita perlukan pada waktunya. Anak-anak telah mengingat dan menggambarkan makanan berkat Tuhan dan kesukaan mereka dalam proyek di lembaran tugas. Mereka terlihat sangat menikmatinya.

    III.          Tuhan Yesus Melakukan yang Terbaik untuk SahabatNya.  Ia adalah Sahabat yang Berdoa. Sebelum ditangkap untuk disalibkan, Yesus berdoa mohon Bapa memelihara dan menjaga sahabat-sahabatNya. Hal ini menjadi teladan bagi kita untuk mengingat dan berdoa bagi sahabat-sahabat kita. Begitu juga dengan anak-anak.Mereka berlatih berdoa bagi sahabat-sahabat yang mereka tulis di refrigerator magnet. Yesus adalah Sahabat yang Berkorban. Melalui cerita pengorbanan Yesus dan cerita ilustrasi ibu ayam dan Piko, mereka diingatkan kembali tentang Yesus, sahabat yang telah memberikan yang terbaik, yaitu diriNya. Selama 2 minggu, Papa dan Mami membantu anak lebih memahami dengan mengerjakan ‘proyek salib’ bersama anak di rumah.

   IV.          Tema ini diakhiri dengan sub tema Aku Mau menjadi Sahabat seperti Yesus. Sebagaimana teladan Tuhan Yesus, anak-anak belajar mau menjadi Sahabat Bagi Orang Lain, menjadi Sahabat yang Mengerti Perasaan Orang Lain, serta menjadi Sahabat yang Menolong dan Mengerti Kebutuhan Orang Lain. Melalui sub tema ini, mereka belajar lebih memperhatikan sahabat – sahabat di kelas Domba Kristus dengan cara mengingat, membuat medali, dan mendoakan dalam lembaran-lembaran di kalung persahabatan yang mereka buat di kelas.


B.       EVALUASI (Berdasarkan pengamatan di kelas dan laporan orangtua)
I. PERKEMBANGAN PEMAHAMAN DAN DAMPAK PELAJARAN TERHADAP SIKAP/PERILAKU
a. Perkembangan XX dalam semester ini sejalan dengan tema :

Terhadap Tuhan Yesus, Sahabat Semua Orang ( anak-anak, orang sakit, orang berdosa )
Semester ini kami mulai dengan bertanya pada XX, “ Menurut kamu gambar wajah mana yang seperti Tuhan Yesus?” Dari antara gambar dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda, XX menunjukkan wajah dengan ekspresi senyum. “Kenapa XX pilih ini?” jawab XX, “Karena Tuhan Yesus baik.” Senang sekali mengetahui bahwa XX memiliki kesan yang baik tentang Tuhan Yesus. Sebuah awal yang baik untuk menjalin dan bertumbuh di dalam persahabatan dengan Tuhan Yesus. XX senang  lagu, “Sahabatku, Yesuslah sahabatku”. Ia merasa senang Tuhan Yesus  mau menjadi sahabat anak-anak, termasuk dirinya.
XX juga tahu bahwa Tuhan Yesus mau menjadi sahabat orang sakit. Di kelas, waktu cerita ‘Sepuluh Orang Kusta’, XX mendengar cerita dengan baik, XX juga aktif waktu  role play, berdoa untuk orang sakit dan membersihkan luka-lukanya.  Waktu XX sakit (13 Feb–18 Feb), demam, lemas, dan tidak semangat, hampir setiap malam ia berdoa supaya  bisa sembuh. Tuhan baik. XX bisa sembuh. XX bersyukur untuk kesembuhan yang ia alami. XX bisa masuk sekolah dan datang lagi ke DK.
Tidak hanya bagi yang sakit, XX juga belajar  bahwa Tuhan Yesus  mau menjadi sahabat orang berdosa. Ia mengakui kesalahannya; tidak taat pada mami dan membuat mami marah. Bersama mami, XX berdoa minta ampun pada Tuhan. Walaupun XX sudah mau mengakui dan minta ampun akan dosa-dosanya, ia terus belajar menahan diri untuk tidak melakukannya lagi. Tuhan menolong XX untuk mengatasi pergumulan ini, ya. Sekalipun kita berdosa, XX bersyukur karena Tuhan mau jadi sahabat orang berdosa.

Terhadap Tuhan Yesus, Sahabat Yang Mengerti dan Mau Menolong
Di kelas, XX dan teman-teman belajar tentang Tuhan Yesus yang tahu semua perasaan, yang ada dalam hati. Lagu, “ Yesus tahu semua”, mengawali percakapan kami tentang berbagai perasaan yang kami alami. XX senang sudah sembuh dan bisa datang lagi ke DK, XX bilang dia happy tapi XX malu-malu ketika didekati AA yang juga sangat senang melihat XX sudah datang. Di rumah, Mami membantu XX menelepon AA untuk mengetahui perasaan AA saat itu namun sebelum XX menelepon AA, XX bilang,” AA lagi senang deh, kayaknya!” ( XX mencoba menebak-nebak perasaan AA). Waktu XX telepon AA, AA tertawa terus mungkin karena baru pertama kali dengar suara XX di telepon. Jadi AA tidak berbicara apa-apa hanya tertawa saja. Akhirnya mami tanya apakah XX senang, XX bilang,” Senang. Aku senang!” Pada saat doa malam, mami mengajak XX berdoa bersyukur untuk sukacita yang AA alami. Terimakasih untuk Mami yang banyak membantu dan bergumul bersama XX.
Tidak hanya mengerti perasaan anak-anak, Tuhan Yesus juga mengerti kebutuhan XX Ia memberikan makanan yang baik melalui Papi dan Mami. XX bersyukur untuk  telor, mie, ikan, ayam dan apel makanan kesukaannya dan belajar menikmati  makanan yang tidak disukainya.
Terhadap Tuhan Yesus, Sahabat Yang Melakukan Yang Terbaik Untuk SahabatNya
Tuhan Yesus adalah sahabat yang melakukan yang terbaik untuk XX. Ia berdoa bagi XX dan mengajar XX berdoa. Seperti Tuhan Yesus yang berdoa bagi sahabat-sahabatNya, XX juga berdoa untuk AA dan BB yang sedang sakit, namun XX belum mau mengeluarkan kata-katanya sendiri. “Mami aja!” kata XX. Jadi mami membimbing XX untuk berdoa buat AA dan BB. Di kelas, XX mau diminta  dan senang mengecat salib milik CC karena CC tidak datang. Hal yang terbaik adalah Yesus sudah memberi diriNya  bagi XX. Melalui proyek ‘salib’ XX belajar mengakui dosanya kepada Tuhan dan mohon pengampunanNya. XX berdoa menyebut dosa-dosanya ; tidak berbagi permen yupi dengan cici, tidak taat waktu mami suruh mandi, merengek ingin memiliki mobil-mobilan punya Papi.  XX berdoa minta Tuhan mengampuninya. Pada kesempatan bercerita pengorbanan Tuhan Yesus dan lagu “Tok, Tok, Tok, Yesus Mengetuk Pintu”, kami mengajak  XX  berdoa dan mengundang Yesus menjadi sahabatnya. Ketika guru bertanya siapa mau jadi sahabat Tuhan Yesus, XX langsung menjawab, “ Saya”. Puji Tuhan.

 Terhadap diri ( anak ), Mau menjadi sahabat Seperti Tuhan Yesus
XX mau menjadi sahabat bagi orang lain.
Pada tanggal 4 April, bersama dengan teman-teman XX mengundang Opa-Oma merayakan Paskah dan mencari telur bersama di DK. XX dengan teman-teman satu kelas menyanyi di depan, “Sahabatku Yesuslah Sahabatku”. XX semangat saat menyanyi sambil bergantian memeluk gambar  Tuhan Yesus lalu mengajak Opa-Oma  ikut menyanyi dan bergantian memeluk gambar Tuhan Yesus dan juga mengajak Opa-Oma menjadi sahabat Tuhan Yesus. 
XX juga belajar menjadi sahabat yang baik bagi sahabat-sahabatnya di DK. Ia mengingat hampir semua teman-temannya di kelas. Bersama mami, XX membuat medali  untuk teman-teman di DK. XX membuatkan medali untuk AA karena AA baik, BB karena BB suka senyum, CC  karena CC suka bermain dengan XX, dan DD karena DD mau menghibur anak yang menangis di kelas.

XX mau menjadi sahabat yang mengerti perasaan orang lain
XX dapat menebak perasaan AA sebelum menelepon, katanya,”AA lagi senang deh kayaknya!” dan benar AA mengaku  senang. XX juga mau membuat medali untuk DD untuk menghibur DD yang menangis di kelas.

 XX mau jadi sahabat yang menolong dan mengerti kebutuhan orang lain.
XX peduli dengan teman-temannya, ia mau mengecat salib milik CC yang tidak hadir , berdoa untuk BB dan AA  yang sedang sakit, berdoa untuk DD supaya tidak menangis lagi di kelas dan bisa tersenyum, juga berdoa buat XY yang ulangtahun.

b.   Pertumbuhan Relasi dengan Guru
Berada di kelas bersama XX adalah pengalaman yang sangat menyenangkan. Meskipun sering datang terlambat dan masih mengantuk XX langsung mau ketika guru mengambilnya dari pelukan Mami. Ia mau menyanyi, mengikuti gerakan yang dibuat guru dan sangat serius ketika mendengarkan cerita. Ia juga mau diminta guru untuk ikut bermain peran bersama guru dan teman  waktu cerita.

c.   Pertumbuhan Relasi dengan Teman
XX terlihat nyaman berada diantara teman-temannya, ia mau bermain bersama , berpegangan tangan  bernyanyi berpasangan tanpa pilih-pilih teman. Ia juga mau  bermain peran bersama teman-teman.

II.   HAL MENGESANKAN YANG DILAKUKAN ANAK
Meskipun di kelas XX terlihat tidak berinteraksi akrab dengan DD tapi ternyata dia perhatian DD yang sering menangis ditinggal Mami. Di rumah XX berdoa untuk DD supaya tidak menangis lagi dan juga membuat medali untuk menghibur DD.

III. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
XX masih belajar untuk mengendalikan rasa marah  yang dialaminya. XX cenderung memaksa dengan memperlihatkan wajah marah dan cemberut  bahkan XX pernah sampai memukul teman yang belum juga membereskan mainan. XX menangis  dan menolak ketika guru menyuruhnya minta maaf tapi akhirnya XX mau minta maaf. Very good XX!

IV. PARTISIPASI ORANGTUA
Kami sangat bersukacita melihat ketekunan Bapak dan Ibu yang telah mengerjakan 11 dari 12 tugas orangtua. Kiranya Tuhan terus memelihara kesetiaan Bapak dan Ibu. Tuhan memberkati.

Satu semester adalah waktu yang sangat singkat untuk mengajar dan membimbing anak bertumbuh dalam persahabatan dengan Tuhan Yesus. Apa yang telah kita jalani adalah sebuah awal dan kami harap dapat meng- inspirasi orangtua untuk terus membimbing XX bertumbuh di dalam relasi dengan Tuhan sambil menjadikan diri teladan untuk bertumbuh dalam relasi tersebut. Tuhan memberkati.

Serpong,    Mei 2018
   Mengetahui,




Bapak…… dan Ibu …………                                           …………………………..
Orangtua                                                                      Guru penanggung jawab