Skip to main content

Minggu 10 - Apakah Kesetiaan Bekerja di Dalammu?

๐Ÿ‘ Tujuan :
· Menjelaskan bahwa kesetiaan berarti bersikap jujur pada kata-kata, selalu melakukan apa yang dikatakan
· Dengan bersandar pada kesetiaan Tuhan yang tidak berubah, kita mau belajar untuk setia mulai dari perkara-perkara yang kecil.

๐Ÿ“– Ayat hafalan :
Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. - Lukas 16:10

๐ŸŒˆ ๐Ÿ“ฃAttention Grabber:

........................

๐Ÿ“šBAHAN CERITA: 

Apakah Kesetiaan Bekerja di Dalammu?

 Fokus alkitab
Daniel 6
 Faithfulness vs Inconstancy

Tiga karakter buah Roh yang terakhir berhubungan dengan diri sendiri, yaitu kesetiaan, kelemah-lembutan, dan penguasaan diri.
Anak-anak Tuhan perlu tetap memelihara kesetiaan (bahasa Yunani : pristis, sering diterjemahkan menjadi “iman”) dalam hidupnya. Kesetiaan dapat membuatnya layak untuk dipercaya dan bisa diandalkan. Baik dalam hidup pribadi, keluarga, pelayanan maupun pekerjaan, kesetiaan itu memiliki nilai tambah yang tinggi sekali.

Apakah kamu tahu bahwa anjing disebut teman setia manusia? Anjing sangat dekat pada pemiliknya, mencintai mereka tanpa syarat, melindungi dan membantu mereka. (Lihat kisah Hachiko). Anjing juga digunakan untuk memandu orang buta karena mereka dapat diandalkan dan dapat dipercaya.

Tuhan ingin kita menjadi setia, yaitu untuk melakukan yang benar sepanjang waktu, bahkan ketika orang-orang di sekitarmu tidak setuju denganmu.
 Orang-orang yang beriman dapat dipercaya, mereka akan melakukan apa yang mereka katakan. Mereka tidak mengubah pikiran mereka berdasarkan apa yang orang lain pikirkan.

Kita semua bisa menjadi orang-orang yang setia dengan mengikuti apa yang Alkitab katakan.

Keraguan, ketidakpercayaan dan kemarahan yang tidak pada tempatnya adalah kebalikan dari kesetiaan. Ketika kita melakukan hal ini, kita akan kehilangan kesempatan melihat Tuhan bekerja menggenapi janji-janjiNya dalam hidup kita.

Kita perlu menjadikan kebiasaan untuk berdiri teguh dan tetap setia kepada Tuhan, tidak peduli apa yang orang lain lakukan atau katakan. Ketika kesetiaan kepada Tuhan menjadi kebiasaan kita, maka lebih mudah untuk melakukan apa yang benar ketika masalah datang.
 Seperti buah Roh lain yang telah kita pelajari sebelumnya, tidak secara natural ada dalam diri manusia, demikian juga kesetiaan. Kita harus mengembangkan semuanya itu, sehingga buah Roh menjadi kebiasaan dalam hidup kita.

Kehidupan Daniel yang setia kepada Tuhan harus menjadi contoh untuk kita ikuti. Mari kita belajar untuk selalu menjadi orang yang dapat diandalkan, orang yang dapat dipercaya dan orang yang selalu melakukan apa yang dikatakannya.

Allah akan membantu kita untuk berdiri teguh dan tetap setia kepada-Nya, tidak peduli apa yang orang lain lakukan atau katakan.

Apakah yang dikatakan orang lain tentang dirimu?

๐Ÿ“ Alat PERAGA:









...................................................

๐Ÿ‘ฃ Step by Step:

๐ŸŽผ๐ŸŽธ Lagu :

Lagu 1
Setia-setialah, setia sampai mati
Seperti Tuhan Yesus setia sampai mati
Apakah balasanmu untuk kasih setiaNya?
Setia-setialah, setialah sampai mati


Lagu 2 Tetap Setia

Selidiki aku, lihat hatiku, 

apakah ku sungguh mengasihi-Mu Yesus

Kau yang maha tahu dan menilai hidupku, 

tak ada yang tersembunyi bagi-Mu.


T'lah kulihat kebaikan-Mu, 

yang tak pernah habis dihidupku, 

kuberjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia.


๐Ÿšจ  IDE Aktivitas :

Buddy Trust  atau
Sherpa Games

Berjalan dengan iman

GAMBAR AKTIVITAS...
......................................................

๐Ÿ”ŽProyek Ketaatan: 

Dari definisi “setia” (setia berarti dapat dipercaya dan dapat diandalkan), pikirkan adakah saat-saat ketika kesetiaan sulit dilakukan?

๐Ÿ†Tugas Orangtua :
Papa, bicarakan dengan anak tentang apa artinya menjadi setia. Menurut  www.thefreedictionary.com, setia berarti dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Bantu anak untuk melihat hubungan antara setia dan jujur dan dapat diandalkan dalam hubungan dengan orang lain. Berbagi cerita   dengan anak, dari masa kecil papa ketika sulit untuk melakukan hal-hal tersebut. Apa yang papa lakukan? Bagaimana Allah menolong papa dalam situasi tersebut?

Comments