Skip to main content

Minggu 12 - Pengendalian Diri : Mengatur Hidup dengan Kekuatan dari Allah

๐Ÿ‘ Tujuan :
· Menjelaskan bahwa pengendalian diri adalah membiarkan kuasa Roh Kudus bekerja mengarahkan diri kita ke hal-hal yang menyenangkan Allah
· Dalam hal mengendalikan diri, kita belajar berperilaku dalam cara yang sesuai dengan situasi tertentu, menunda kapan saat yang tepat untuk bertindak, berbicara ketika kita perlu berbicara, mengendalikan emosi kita dan mengabaikan kesalahan kecil orang lain daripada mencoba untuk membuktikan bahwa kita selalu benar

๐Ÿ“– Ayat hafalan :
Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya - Amsal 25:28

๐ŸŒˆ ๐Ÿ“ฃAttention Grabber:

........................

๐Ÿ“šBAHAN CERITA: 

Pengendalian Diri : Mengatur Hidup dengan Kekuatan dari Allah

Fokus alkitab
Hakim-Hakim 13-16
Self Control vs Anger 

Kata Yunani ‘egkrateia’ (Pengendalian diri) berasal dari dua kata : en dan kratos. En berarti “dalam” dan kratos berarti “kekuatan/kekuasaan”. Jadi ‘egkrateia’ berarti kekuasaan atau kekuatan dari dalam.

Paulus dengan jelas mengatakan bahwa keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah;  karena hal ini memang tidak mungkin baginya (Roma 8:7). Dengan demikian, pikiran manusia dengan sendirinya tidak mampu untuk tunduk pada hukum Allah. Kita perlu kekuatan dari dalam yang datang dari Allah!

Amsal 25:28 adalah sebuah ayat yang berkaitan dengan pengendalian diri. Sebuah kota yang rusak tanpa dinding disejajarkan dengan seorang yang tidak dapat mengendalikan diri. Perhatikan 2 Tawarikh 32:5 dan Nehemia 2:13. Kondisi sebuah bangsa yang hidup dalam kota tanpa tembok, tentulah sangat mudah diserang oleh musuh. Raja Hizkia dan Nehemia berusaha membangun kembali tembok kota Yerusalem untuk perlindungan kota itu. Demikian juga jika kita tidak memiliki pengendalian diri, maka kita selalu dalam bahaya terlibat dalam dosa dan kehancuran. Kita tidak memiliki pertahanan ketika godaan datang menyerang.


 Mari belajar dari Simson. Simson berarti “seperti matahari kecil”. Alkitab secara jelas menyebut Simson sebagai seorang nazir Allah (Hak.13:5), yaitu seorang yang dipersembahan dan dikhususkan bagi Allah untuk mengerjakan tugas-tugas yang khusus.

Sebagai nazir, Simson terikat dengan beberapa ketentuan yaitu: menjauhkan diri dari semua yang mengandung anggur, tidak boleh memotong rambut, tidak boleh dekat apalagi menyentuh mayat (Bil. 6:1-7). Ia pun dianugerahi kekuatan luar biasa yang menjadi “modal” menjalankan tugasnya sebagai seorang hakim; membebaskan Israel dari ancaman dan penindasan orang Filistin (Hak. 13:5).
Tugas tersebut dikerjakan oleh Simson dengan sangat efektif seorang diri. Ia membunuh 30 orang Filistin di Askelon (14:19); menangkap 300 anjing hutan dan menggunakan anjing-anjing tersebut untuk membakar ladang gandum Filistin (15:4-5); membunuh 1000 orang Filistin hanya dengan tulang rahang keledai (15:15); dan di akhir hidupnya, ia merobohkan bangunan yang berisi tiga ribu orang sehingga semuanya mati tertimpa bangunan itu (16:27,30).

Keberanian Simson sebagai seorang pahlawan Israel memang tidak diragukan. Namun ada hal yang menodai citra kepahlawannya itu: Simson tidak bisa mengendalikan dirinya, terutama dalam hawa nafsu. Sebagai seorang Israel ia menisebagai seorang hakim ia mengumbar nafsu seksualnya dengan perempuan sundal (16:1); dan akhir hidupnya jatuh dalam pelukan Delilah dengan mengorbankan janjinya pada Tuhan (16:4-22).

Self Control : last but not least
Paulus menuliskan pengendalian diri sebagai urutan terakhir dalam buah Roh. Hal ini bukan berarti pengendalian diri adalah sesuatu yang tidak penting. Sebaliknya, pengendalian diri sangat penting karena untuk melaksanakan seluruh buah Roh dibutuhkan banyak pengendalian diri. Dan salah satu ukuran kematangan rohani adalah pengendalian emosi.

Bagaimana memiliki self control?
Bentuk terbaik dari pengendalian diri adalah menjauhkan diri, sejauh mungkin… bahkan lari! dari godaan untuk berbuat dosa dalam semua kehidupan kita.  Bahkan sekalipun kamu berpikir memiliki pengendalian diri, jangan menguji dirimu sendiri dengan hal yang tidak perlu.

Mari kita menyerahkan diri kita kepada Tuhan, dan berdoa agar Tuhan memberi kuasa Roh-Nya dalam diri kita, agar kita diberi kekuatan dari dalam, untuk terus berjalan dalam ketetapan-ketetapanNya.

 ๐Ÿ“ Alat PERAGA:








๐Ÿ‘ฃ Step by Step:


๐ŸŽผ๐ŸŽธ Lagu :

Buah Roh (Santoso Gondowidjojo)
Kasih, sukacita, damai sejah’tra, kesabaran, kemurahan
Kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan
Penguasaan diri 


The Fruit of the Spirit is love, joy, peace
Patient, kindness, goodness
The fruit of the Spirit is faithfulness,
Gentleness and self control

๐Ÿšจ  IDE Aktivitas 

¦ Nonton dan Diskusi “Karate Kid”

¦ Wacky Rely Game

1 team yg terdiri dr 2 anak akan membawa benda yang dipilih (mis. bola, boneka, alat tulis dll) dengan menggunakan anggota badan mereka.

¦ Can/can’t control game

  • Sediakan board yg cukup besar, bagi dalam 2 kolom. Kolom “can control” dan kolom “can’t control” 
  • Setiap anak bergantian mengambil kartu yg disediakan, dan memilih di kolom mana akan menempelkan kartunya. Template Kartu ambil disini.

GAMBAR AKTIVITAS...
......................................................

๐Ÿ”ŽProyek Ketaatan: 

Bersama papa dan mama bandingkan kedua ayat berikut mengenai pengendalian diri. Apa yang kamu dapatkan dari kedua ayat tersebut dan bagaimana kamu mengaplikasikannya dalam hidupmu?
Amsal 25:28 vs Amsal 16:32

 ๐Ÿ†Tugas Orangtua :


Papa, mama, berdiskusilah dengan anak, arti dari kedua ayat berikut : Amsal 25:28 vs Amsal 16:32
Kemudian sharingkan kapan papa dan mama pernah mengalami kesulitan dalam mengendalikan diri dan bagaimana mengatasinya!

Comments