Skip to main content

Minggu 7 - Media dan Pengaruhnya - Media Mempengaruhi Karakter dan Pilihanku

πŸ‘ Tujuan :

1. Anak memahami bahwa melalui media, anak dapat meniru banyak hal, termasuk karakter dan pilihannya
2. Anak dapat menganalisa dan memilih karakter positif apa yang dapat dipelajari dari media

 πŸ“– Ayat hafalan :

Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna

🌈 πŸ“£Attention Grabber:

............

πŸ“š Bahan Cerita :

Keluaran 32 : 1-6, 35
Kehidupan selama ratusan tahun di Mesir, memberi pengaruh pada bangsa Israel. Bangsa Mesir, bangsa yang tidak mengenal Tuhan Allah, menyembah ratusan dewa, salah satunya allah yang berkepala berbentuk lembu, yang diberi nama Hathor. Ketika bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, ketika Musa berada di Gunung Sinai bersama dengan Allah, bangsa Israel seakan kehilangan pemimpin mereka, sehingga mereka berkeinginan untuk meniru bangsa Mesir yang memiliki allah yang kelihatan. Apa yang terjadi ketika orang Israel membuat idol (allah lain)? Allah menghukum orang Israel dengan tulah (Keluaran 32:35). Apa yang kita lihat dalam dunia sekitar kita dapat mempengaruhi kita, sehingga hidup kita tidak berkenan kepada Allah. Ingatlah Roma 12:2 yang menekankan pada kita untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Melalui media kita melihat idola, tokoh dalam film tertentu, atau selebriti. Apa yang dilakukan oleh tokoh dalam film dapat membuat kita ingin menjadi seperti tokoh idola tersebut : dalam hal tingkah laku, cara berbicara, cara berpikir, cara berpakaian, atau kesukaan sang tokoh idola.
Jika kita mengikuti cara berpakaian seorang idola yang tidak baik, kemungkinan ada bahaya tindakan dari orang lain yang merugikan kita, bahkan bisa menjurus ke kriminalitas. Jika kita mengikuti cara bicara salah satu tokoh yang kasar, kita jadi memiliki karakter yang kurang baik—tidak sopan, tidak hormat, kasar.
Pikirkan, bagaimana hati Tuhan jika kita melakukan hal ini?

 πŸ“ Alat PERAGA:

Template Alat Peraga,  klik disini.

πŸ‘£ Step by Step:

- Snack time sebelum kelas dimulai - 10-15menit
- Doa bergiliran sesuai urutan abjad nama anak.
- Bernyanyi 1 Lagu dari buku kurikulum
- Firman Tuhan melalui alat peraga
- Aktivitas Kelas.
- Aktivitas Ayat Hafalan (Tentative tergantung jam kelas).
- Akhiri kelas dengan mengulang lagu Tema, Doa pulang.

🎼🎸 Lagu :

Tuhan ingin kudapat memancarkan
kasihMu indah penuh kemurnian
Budi bahasaku dihaluskan RohMu
Hingga memancarkan keindahanMu



🚨  IDE Aktivitas :

Analisa film Madeline (Ambil dari Domba Kristus)
Perhatikan karakter dan sifat positif yang dapat kita tiru




GAMBAR Aktivitas:

Ambil Template Aktivitas.

Aktivitas Ayat Hafalan Minggu 7-12



πŸ†Tugas Orangtua :

Mama, bacalah artikel terlampir—The Influence of Media, Focus on the Family. Apa yang mama dapat pelajari mengenai parenting bagi anak-anak berkaitan dengan pengaruh media saat ini? Bagaimana mama membuat batasan-batasan bagi anak dalam menggunakan media? Sharingkan pada kolom Catatan Orangtua.

The Influence of Media
Oleh Bob Waliszewski

Ketika Katie, putri Judy yang berusia 14 tahun, diundang oleh seorang teman gerejanya untuk menginap di rumahnya, Judy tidak ragu untuk mengatakan “ya”. Judy mengenal keluarga dan semua teman perempuan Katie, yang berasal dari jemaat mereka. Apa ada yang salah? Namun inilah yang dikatakan Judy: "Anak-anak menyaksikan film horror. Karena tidak ingin menjadi orang buangan, Katie ikut menontonnya, dan akhirnya Katie bermimpi buruk selama berbulan-bulan... untuk putri saya, film ini adalah  serangan spiritual......"

Selalu manis dan sensitif, Paula berusia 4 tahun benar-benar mengejutkan ibunya ketika suatu hari ia memanggil ibunya dengan kata-kata tidak sopan. Tidak diperlukan gelar psikologi untuk menyadari dari mana kata-kata itu berasal. Gadis kecil itu berjalan melalui ruang tamu seminggu sebelumnya ketika dialog film tersebut diungkapkan dengan  kekasaran yang sama.

Pertimbangkan hal berikut :
· Seorang ayah menjelaskan bagaimana anaknya yang berusia 5 tahun mulai menyalahgunakan nama Tuhan setelah mendengar dari salah satu fitur animasi.
· Seorang wanita menggambarkan bagaimana sebuah adegan dalam sebuah film menuntunnya untuk mulai memotong dirinya sendiri dan selanjutnya meningkat ke depresi yang mendalam.

Kekuatan daya pikat media
Meskipun film, musik, majalah, dan media lainnya, dapat memberikan inspirasi positif (seperti film Yesus, Amazing Grace dan sejumlah sumber dari Focus on the Family), saya memperhatikan kekuatan media dan hiburan memberikan pengaruh terhadap perilaku manusia yang negarif.
Banyak bukti ini memperlihatkan pengaruh gambar kekerasan pada perilaku ekstrem, seperti penembakan di sekolah dalam dekade terakhir, namun saya lebih peduli tentang putri Judy. Dan Paula. Dan orang-orang Kristen dari segala usia yang tidak memperhatikan pengaruh dari dunia hiburan.
Misalnya, serangan tema seksual masuk melalui musik pop, TV, mainan, games dan buku. Bahkan sebelum anak-anak (terutama perempuan) menjadi remaja, mereka mulai disuguhi dengan cara berpakaian dan berbicara seperti orang dewasa.
Pertimbangkan juga sikap tidak hormat di kalangan pemuda terhadap orang dewasa dalam kosa kata sehari-hari, yang hanya dapat diambil dari iklan. Setiap hari tantangan terharap kekristenan datang dari media dan hiburan. Saya menerima e-mail yang menggambarkan risiko tersebut :
"Sebagai seorang pemuda, saya jatuh ke gaya hidup yang memenuhi nafsu saya— memang tidak dapat dibenarkan,  namun dapat dijelaskan bahwa ini disebabkan oleh pergeseran budaya. Saya tidak perlu  membeli majalah Penthouse atau Playboy atau pergi ke tempat tertentu,  saya hanya perlu menyewa film ke toko sewa film terdekat. "

Meskipun sebagian besar dari kita berharap iman Kristen kita memiliki  suntikan ajaib terhadap pengaruh buruk, kita harus:
· Menentukan dengan tegas dan serius pilihan-pilihan media  hiburan
· Memilih hiburan dari sudut pandang Alkitab
· Melatih anak-anak untuk memilih hiburan dengan dasar    menghormati Kristus

Menentukan dengan tegas dan serius pilihan-pilihan media
Semua orang membuat keputusan tentang pilihan hiburan   dengan satu pertanyaan dalam pikiran : “Apakah saya akan menikmati  film / game / CD ini?” Sangat penting untuk       menyadari bahwa kenikmatan bukan prioritas tertinggi Allah. Dia jauh lebih peduli bahwa kita mengasihi dan menaati-Nya.
Yesus berkata, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah" (Yohanes 14:15).  Memilih media dengan serius berarti pilihan kita harus ditentukan berdasarkan pikiran Allah. Meskipun ide ini sangat mudah, pengalaman saya memberitahu saya bahwa hidup seperti itu     banyak tantangannya.

Titik awal
Apa yang Allah pikirkan tentang hiburan? Meskipun Yesus tidak pernah berkata, "Janganlah engkau mendengarkan musik rap" atau "Janganlah engkau menonton PG-13" Firman-Nya menawarkan bimbingan untuk bagaimana kita harus memantau apa yang mempengaruhi kita (Amsal 4:23, Kolose 2: 8, Mazmur 101: 3, Roma 8: 5-12).
Menyelaraskan pilihan kita dari sudut pandang Alkitab berarti pilihan kita akan sering bertentangan dengan dunia. Bahkan maksud baik orang percaya sering mengalami kesulitan - seperti yang dialami Katie lakukan pada saat menginap. Bagi saya, saya ingin selalu menyenangkan-Nya lebih daripada saya ingin dihibur.

Menentukan batas-batas
Meskipun saya menyadari ada faktor lain seperti batas usia, kedewasaan Kristen, kelemahan pribadi dan daerah abu-abu, "sebagai orang Kristen" sebagian besar keputusan dapat diambil, dengan pertanyaan sederhana WWJD? (What Would Jesus Do?). Kita cukup mengajarkan anak-anak langkah praktis ini agar dapat melindungi mereka dan membantu mereka, mengambil keputusan.
Cerita pemuda yang mengirim email tadi, berakhir dengan baik. Ia menuliskan : "Salah satu kebenaran dari Allah bahwa saya harus memecahkan rantai ini, saya sangat ingin keluar dari dosa ini ... tetapi dalam budaya pop Amerika, saya dibanjiri dengan banyak hal yang saya ingin hindari. Pertempuran ini terus menerus ada dalam diri saya, membuat saya putus asa, Saya perlu pertolongan dari Firman Tuhan, dan bantuan dari pelayanan Anda…”
Saya senang Tuhan membebaskan pemuda ini. Dan harus menjadi tujuan kita bersama - memilih dengan bijaksana ketika datang ke tempat hiburan atau memilih media hiburan, sehingga kita dapat melindungi hati dan pikiran kita dari pengaruh yang jahat.



Comments