Skip to main content

Minggu 8 - Media dan Pengaruhnya - Dampak Media terhadap Kebiasaan dan Waktuku

πŸ‘ Tujuan :

1. Anak dapat memahami dampak media pada kebiasaan dan pemakaian waktu sehari-hari.
2. Anak dapat menyebut media apa yang telah mengacaukan jadwalnya dan membentuk kebiasaan yang tidak baik.
3. Anak dapat mengatur bagaimana agar media dipakai dengan waktu yang tepat dan menunjang kebiasaan yang baik.

 πŸ“– Ayat hafalan :

Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna

🌈 πŸ“£Attention Grabber:

............

πŸ“š Bahan Cerita :

Daniel 6 : 1-11 ; What does the Bible say about habits?
Kehidupan Daniel di Babel, dapat dikatakan sangat menyenangkan. Daniel adalah salah satu dari tiga pejabat tinggi Raja Darius. Daniel memiliki tanggung jawab yang sangat besar bagi keputusan yang dibuat Raja. Di tengah-tengah kesenangan hidupnya, Daniel tidak pernah lalai menyenangkan hati Tuhan. Daniel memiliki kebiasaan :  berlutut, berdoa dan memuji Allah, tiga kali sehari, dalam kamarnya.
Kebiasaan adalah cara bertindak, yang karena pengulangan menjadi bagian normal dari kehidupan kita. Setiap kita memiliki kebiasaan. Ada yang baik : olahraga teratur, menjaga kebersihan pribadi, membaca Alkitab dan mengikuti ibadah di Sekolah Minggu, konsumsi makanan sehat, tidur yang cukup, dll. Kebiasaan-kebiasaan ini diajarkan oleh papa dan mama untuk membantu kita menjadi sehat, bahagia dan hidup dengan baik. Tentu saja, kita juga memiliki kebiasaan buruk. Namun, sebagai orang Kristen, seluruh hidup kita seharusnya diubah oleh pembaharuan pikiran kita (Roma 12:2). Ini berarti menukar kebiasaan lama dengan kebiasaan baru (baik), dalam rangka untuk menyenangkan Tuhan. Apa yang kita dapat dari media dapat mendorong kita mempunyai kebiasaan tertentu, ada kebiasaan yang baik dan yang buruk. Dalam hal ini termasuk juga bagaimana kita mengatur waktu.
Apa saja kebiasaan yang baik dan yang buruk yang kamu dapat sebagai dampak dari media?
Apakah media pernah juga mengacaukan jadwal kamu? Karena asyik membaca, nonton televisi, atau bermain games, kamu jadi lupa belajar, lupa berdoa dan bahkan mungkin lupa ke gereja. Jangan biarkan media menghalangi kita untuk mengerjakan hal-hal yang menyenangkan Tuhan.

 πŸ“ Alat PERAGA:

Template Alat Peraga,  klik disini.

πŸ‘£ Step by Step:

- Snack time sebelum kelas dimulai - 10-15menit
- Doa bergiliran sesuai urutan abjad nama anak.
- Bernyanyi 1 Lagu dari buku kurikulum
- Firman Tuhan melalui alat peraga
- Aktivitas Kelas.
- Aktivitas Ayat Hafalan (Tentative tergantung jam kelas).
- Akhiri kelas dengan mengulang lagu Tema, Doa pulang.

🎼🎸 Lagu :

Baca kitab suci, doa tiap hari, doa tiap hari, doa tiap hari
Baca kitab suci, doa tiap hari,               kalau mau tumbuh
Kalau mau tumbuh 2x Glori haleluya
Baca kitab suci, doa tiap hari, kalau mau tumbuh





🚨  IDE Aktivitas :

Anak bermain “Menjadi Orangtua”. “Bayangkan diri kamu sebagai orangtua. Lalu buatlah aturan apa saja yang akan kamu berikan pada anak-anakmu  tentang menonton televisi dan bermain games.“ Tulis pada sehelai kertas.

GAMBAR Aktivitas:

Ambil Template Aktivitas.

πŸ†Tugas Orangtua :

Mama, bimbing anak bersaat teduh dengan bahan terlampir.

Mengasihi Tuhan dengan Sungguh-Sungguh
“Jangan membuat bagimu patung …. Jangan sujud menyembah kepadanya …..”   
 Keluaran 20:4-5

“Perhatikan, Cliff,” tegur Ibu Timm. “Kita harus selesai belajar sebelum makan siang.”
Cliff suka melamun! Ia suka membayangkan pergi ke berbagai tempat. Ia berkhayal menjadi pelaut atau masinis kereta api. Ia menghabiskan banyak waktu dengan memandang keluar kelas.
Cliff suka main menjadi ‘cowboy’. Ia selalu minta kuda poni tetapi Tuhan tidak juga memberikannya. Cliff mencoba menjadikan boneka binatangnya yang dinamakan Derk menjadi kuda poni. Tetapi sekeras apa pun usaha Cliff tidak akan dapat menjadikan Derk kuda poni betulan, karena hanya Tuhan yang bisa menciptakan kuda poni hidup.
Dalam Alkitab digambarkan tentang orang-orang yang membuat binatang dari emas atau batu. Lalu mereka menyebut patung itu sebagai tuhan mereka. Mereka berpikir berhala itu adalah benar-benar Tuhan. Mereka berdoa dan menyembah patung tsb.
Manusia tidak bisa membuat patung atau apa pun menjadi Tuhan. Banyak orang membuat tuhan menurut keinginan mereka sendiri. Di daerah tertentu di dunia ini ada anak-anak yang berdoa pada tuhan yang sebenarnya bukan benar-benar Tuhan, melainkan berhala. Ketika kamu sangat mengasihi sesuatu lebih dari apa pun, maka hal itu sudah menjadi berhala. Mungkin berhala kamu itu tidak terbuat dari emas atau batu, tapi bisa berupa televisi atau media massa lainnya, olahraga, teman dan makanan.
Hanya ada satu Tuhan yang harus sungguh-sungguh kita kasihi. Apakah kamu sudah mengasihi Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh?
Untuk kamu renungkan :
1. Bagaimana cara kamu mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh?

2.     Kapan film atau games dan media massa lainnya menjadi berhala bagi kamu?

(diterjemahkan bebas dari buku Cool Devotions for Boys, Legacy Press, hal. 102)

Comments