Skip to main content

Minggu 8 - Kejatuhanku dalam Dosa - Masihkah aku ciptaan yang “sungguh amat baik”?

👐 Tujuan :

1. Anak tahu bahwa dosa adalah melanggar peraturan / perintah Tuhan.
2. Anak tahu bahwa dosa terjadi karena ada keinginan dan kehendak untuk melakukannya.


 📖 Ayat hafalan :

Roma 3 : 23
Karena semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah

  
🌈 📣Attention Grabber:

............................

📚 Bahan Cerita :

Bad Apple (Kejadian 3 : 1-3)

Dalam Taman Eden terdapat buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Untuk pohon ini, Allah memperingatkan manusia untuk tidak memakannya. Namun, ular datang dan mulai mencobai dengan berkata yang tidak benar : “Semua pohon dalam taman ini jangan dimakan buahnya.” Dan kemudian ular melanjutkan dengan kebohongan bahwa manusia tidak akan mati, bahkan dapat menjadi seperti Allah. Hawa melihat buah itu. Buah itu kelihatan baik dan sedap (wah, sangat menggoda!) dan Hawa pun mengambil dan memakan buah itu. Dan Hawa memberikan buah itu kepada Adam. Saat itu, manusia sudah melanggar peraturan Tuhan. Manusia jatuh ke dalam dosa. Dan Allah menghukum ular, Hawa, Adam, dan keturunannya, kita adalah orang yang berdosa.
Bagaimana saat kita melihat godaan untuk melanggar peraturan Tuhan?


📍 Alat PERAGA:
Klik disini

👣 Step by Step:

-

🎼🎸 Lagu :

Hati-hati gunakan mulutmu * (2x)
Kar’na Bapa di surga melihat sgalanya
Hati-hati gunakan mulutmu
* kakimu, tanganmu, hatimu




🚨  IDE Aktivitas :

Menuliskan pengakuan dosa dan komitmen anak di karton berbentuk “Apple” - di dalamnya sudah dituliskan ayat hafalan Roma 3:23


GAMBAR Aktivitas:


Ambil Template Aktivitas, Klik disini.

🏆Tugas Orangtua :

Dalam minggu ini, ajar anak memahami konsep dosa melalui cerita terlampir. Untuk anak laki-laki—dengan papa : The Bite That Changed The World (Little Boys Bible halaman 17-23). Untuk anak perempuan—dengan mama : The First Sin (Little Girls Bible halaman 17-21).


The Bite That Changed The World
“Hawa, apa yang kamu lakukan?” teriak Adam. “Kamu kan  dengar, peraturan dari Allah. Peraturannya tidak sulit untuk dipatuhi. Allah berkata,’Semua yang ada di taman ini adalah punyamu. Makan apa yang kamu inginkan, petik bunga yang kamu mau petik. Tetapi, jangan sentuh pohon yang berada di tengah taman ini.” Sekarang, kamu memetik dan memegang buah dari pohon itu… aduh, kamu sudah menggigitnya juga! Hawa, kamu dalam masalah besar!”
“Tenang, Adam, Allah tidak akan berbuat jahat dengan apa yang sudah kulakukan ini. Seekor ular yang baik menjelaskannya padaku,” kata Hawa sambil mengayun-ayunkan buah tersebut.
Adam menggelengkan kepalanya dan berjalan menjauhi Hawa, tetapi Hawa mengejarnya. “Ular itu bilang jika kita makan buah dari pohon itu, kita akan menjadi seperti Allah. Lihat aku. Aku menggigitnya dan aku tidak mati, kan? Ayo, coba makan,” Hawa membujuk Adam.
Adam tetap tidak mau memakan buah itu. Hawa terus membujuknya,”Ayolah… Buah ini rasanya enak, manis dan buah yang paling enak yang pernah kamu makan. Dan kamu akan berterima kasih padaku, jika kamu sudah merasakannya.” Hawa mengayunkan buah tersebut di bawah hidung Adam. Adam mencium harum yang manis dari buah tersebut, dan tiba-tiba Adam mengambil buah itu dan memakannya…. “Yam, yam, ini lezat sekali!” kata Adam.
Sekilas Adam melihat ular lewat di hadapannya dan tampaknya ular itu tersenyum. Tiba-tiba, Adam sadar,”Oh, tidak! Hawa, apa yang sudah kita lakukan?” Adam menangis. Air matanya menggenang di matanya,”Allah memberikan satu peraturan sederhana buat kita dan kebebasan untuk menikmati semua yang Ia ciptakan, tapi… kita sudah melanggar peraturan itu! Kita sudah berdosa, tidak taat kepada Allah.”
Pada hari itu, Allah ingin bertemu dengan Adam dan Hawa, tetapi Ia tidak dapat menemukan mereka. Mereka bersembunyi, karena mereka malu. “Oh, Adam, Aku tahu apa yang sudah kalian lakukan dan Aku sungguh sedih karena kalian tidak taat. Itu berarti Aku harus menghukum kalian. Kalian harus keluar dari taman ini, dan tinggal di tempat yang baru dan kalian harus bekerja untuk makan. Tetapi, ingatlah selalu hal ini : Aku menghukum kalian, bukan karena Aku tidak menyayangi kalian. Aku akan selalu dan tetap mengasihi kalian.”

Giliran Papa
Baiklah, Pa! Inilah saat bersihkan diri. Beritahu anak, bahwa kadang-kadang papa juga melakukan kesalahan, ketika papa masih kecil ataupun setelah dewasa. Ceritakan waktu papa tidak taat pada orangtua papa. Hukuman apa yang papa terima? Ceritakan juga orang dewasa pun bergumul dalam hal ketaatan, misalnya dalam hal ngebut di jalan raya.
Ingatkan juga saat anak tidak taat, hukuman apa yang pernah dialaminya. Tekankan bahwa papa tidak suka pada kelakuannya, tapi papa tetap mengasihinya. Ingatkan anak bahwa setiap orang berdosa. Tetapi, Allah selalu mau        mengampuni dosa kita, jika kita memohon kepadaNya. Katakan pada anak, bahwa Allah sangat mengasihinya dan juga papa.
Tuliskan bagaimana papa dan anak melakukannya.

The First Sin
“Psst, hei, kemari, lady!”
Hawa berhenti menggigit buah yang sedang dimakannya. Ia terkejut, ada seekor ular tepat di hadapannya . “Duh, kamu menakutiku!”jerit Hawa. “Tunggu sebentar, aku kenal semua binatang di taman ini, tapi siapa kamu, aku tidak mengenalmu?”
“Tidak apa-apa,” desis ular. “Mengapa kamu makan buah  yang itu?  Kamu dapat makan buah paling maniiisss di taman ini.”
“Buah yang mana?” tanya Hawa.
“Buah paling maniiisss ada di pohon di tengah taman,” desis ular.
“Tetapi Allah bilang tidak boleh makan buah itu,” kata Hawa.
“Percaya pada sssaya, itu buah yang paling maniiisss di seluruh taman ini.”
“Kedengarannya enak, ya,” kata Hawa.
“Allah tidak sungguh-sungguh ketika Ia berkata kamu seharussssnya tidak makan buah itu.” Ular merangkul Hawa dengan tubuhnya.
“T….t….tapi,” kata Hawa, namun ular membawanya ke pohon yang di tengah taman.
“Ayo, coba!”
Hawa melihat ke buah dari pohon tersebut, kemudian  memandang ular itu. Dan tiba-tiba, ia memetik buah yang kelihatan sangat manis itu dan … memakannya.
“Adam, coba buah ini!” panggil Hawa. “Ini enak sekali!”
“Hei, buah itu dari pohon yang Allah bilang, kita tidak boleh memakannya,” teriak Adam. Tetapi Adam pun akhirnya tidak dapat tahan, dan ia memakan buah itu juga.
Adam dan Hawa sadar akan dosa mereka. Namun, mereka tidak dapat sembunyi dari Allah. “Aku sedih, kalian mengecewakan Aku. Itu berarti kalian harus pergi dari taman ini.”
Hawa menangis, “Aku menyesal, aku tidak bermaksud untuk tidak taat. Ular membuat segalanya kedengarannya enak.”
“Aku tahu, anakKu. Tapi Aku harus menghukum kalian, karena tidak taat. Tetapi Aku tetap sayang, dan selalu mengasihi kalian.”
“Baiklah, aku terima hukumannya,” Hawa menangis,”namun aku tahu, Allah tetap sayang padaku. Aku juga selalu  sayang pada Tuhan.“

Sentuhan Mama
Ma, ceritakan saat mama tidak taat dan dihukum. Bagaimana mama menerima konsekuensi dari ketidaktaatan mama? Apa yang mama pelajari dari peristiwa tersebut?
Katakan pada anak bahwa setiap orang melakukan kesalahan. Ketika kita berbuat salah, seharusnya kita tidak menyembunyikannya, kita harus mengakui apa yang kita lakukan dan siap menerima konsekuensinya. Dari setiap kesalahan, kita akan belajar sesuatu. Dan kita harus ingat bahwa Tuhan selalu mengasihi kita, no matter what.

Comments