Skip to main content

Minggu 8 - REVIEW. Akulah Pintu. Akulah Gembala yang Baik.



BAHAN RENUNGAN AKULAH GEMBALA YANG BAIK

The Shepherd’s Oil

 

Posted on June 23, 2011 by Shereen Lynn

 

In our summer Bible study this week, the theme was Anointing. We looked at how David was chosen by God for a specific task – king over His people. This was an anointing or CALL for service.

Just like David was anointed for a higher purpose, we are anointed by God’s Spirit to fulfill our call as Christ-followers on the earth.

THIS is what the Christian life is all about!

I love to get excited and dream big with God about who He’s calling me to BE . . . I hope you do too.

However, I realize that the excitement is hard to hold onto in the ordinariness of our day-to-day living. There is much waiting and wondering that goes along with it.

For all the ordinary days of your life, here’s another picture of anointing. David knew this very well, and he wrote about it in Psalm 23 – the Shepherd’s Psalm.

In this psalm, God is the Shepherd and we are His sheep, so when verse 5 says – “he anoints my head with oil” – David is reminding us of what a shepherd does for his sheep. This is different than the anointing that David received as king. This is daily; this is ordinary.

There are 3 reasons for a sheep to receive daily anointing of oil.

1. Bugs. Sheep are particularly susceptible to flies landing on their noses. These flies travel up the sheep’s nose and lay eggs which turn into worms that can burrow into the animal’s brain. Then the sheep will bang their heads, trying to get rid of the irritation. They can die from this. So, each day the shepherd pours oil on the sheep’s nose, and the flies slide out instead of flying in.

I don’t know about you, but I certainly have a lot of daily irritations buzzing around my head – rude actions, bothersome comments, pesky mishaps. Some of those get in my head and cause negative thoughts – angry, fearful, sinful thoughts. And if I allow them to burrow deeper into my mind, they become part of my life and can destroy me.

But I have a Good Shepherd, and He promises if I come to Him every day, He will anoint my head with oil. I can come back to him many times a day – and I do! In prayer, I bring the Shepherd all the little irritations and bothersome thoughts that cause me discomfort before they can gain a foothold in my mind.

2. Butts. As in butting heads. Sheep will butt heads with one another to gain position and assert authority. Male sheep especially like to butt heads, but in people, we all do that, don’t we?

A shepherd knows his sheep will clash sometimes and he can’t prevent it, so he puts oil or grease on their heads. When they clash, their heads glance off without doing much harm to one another.

Our Good Shepherd knows we can’t always avoid disagreements . . . but praying with and for one another is one way we can keep from harming each other when we butt heads.

3. Cuts. Sheep live outdoors – with barbed fences, thistles, rocks, sticks, predators. It’s not a kind, gentle setting. Even the greenest pastures have hazards. So, shepherds check their sheep each day, sometimes morning and evening, to look for wounds that need attention. Adding oil to the wound brings healing.

We live in a dangerous world too. And we get wounded – sometimes daily. One of the worst sayings from childhood is “sticks and stones may break my bones, but words can never hurt me.” Well, that’s just not true; words CAN and DO hurt us. They cause wounds that can go much deeper than sticks and stones. Wounds that only the Good Shepherd can heal.

Each of us is wounded by all kinds of things. And Jesus is attentive to all our wounds – physical, emotional, mental and spiritual. Daily, honest communication with Jesus is the best way to find healing.

If we want to live in the power of the anointing of the Holy Spirit, we must recognize the tender, daily provision our Good Shepherd offers us as His sheep. It reminds me that I need Him every hour of every day.

Minyak Gembala                                                             

Dicantumkan pada tanggal 23 Juni, 2011 oleh Shereen Lynn

 

Pelajaran Alkitab kami pada musim panas ini, bertema Mengurapi. Kami mempelajari bagaimana Daud dipilih Allah untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang khusus – menjadi raja atas umat-Nya. Ini adalah merupakan pengurapan atau PANGGILAN pelayanan.

Seperti Daud diurapi untuk tujuan yang lebih mulia, kita juga diurapi oleh Roh Tuhan untuk menggenapi panggilan kita sebagai pengikut Kristus di dunia ini.

Ini adalah makna kehidupan orang Kristen!

Aku seringkali sangat bersemangat dan membayangkan Tuhan akan memanggilku untuk MENJADI apa… Aku berharap kamu juga demikian.

Walau bagaimanapun, aku menyadari bahwa kesenangan ini sulit dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita harus menunggu dan bertanya-tanya selama masa penantian ini.

Dalam keseharian hidup kita, berikut ini ada gambaran mengenai pengurapan. Daud mengerti hal ini dengan sangat baik, dan ia menuliskannya dalam Mazmur 23 – Mazmur Gembala.

 

Dalam Mazmur ini, Tuhan adalah Gembala dan kita adalah domba-domba-Nya, jadi ketika ayat 5 berkata – “Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak” – Daud mengingatkan kita mengenai apa yang dilakukan gembala kepada domba-Nya. Pengurapan ini berbeda dengan yang Daud terima sebagai raja. Hal ini dilakukan setiap hari; hal yang biasa dilakukan.

 

Ada 3 alasan mengapa seekor domba harus diurapi minyak setiap hari.

1.      Serangga. Domba-domba rentan menjadi tempat tujuan lalat mendarat di hidung mereka. Lalat-lalat itu akan hinggap dan bertelur di hidung domba, lalu menetas menjadi ulat belatung yang dapat membuat lubang hingga ke otak domba tersebut. Sehingga domba akan memukulkan kepala mereka, berusaha untuk menghilangkan iritasi/gatal di kepalanya. Mereka dapat mati karena hal ini. Sehingga, setiap hari gembala akan menuangkan minyak di hidung domba, dan lalat tidak akan hinggap karena licin.

Aku tidak tahu bagaimana dengan kamu, tapi aku seringkali mendapatkan iritasi/gatal yang menyerang pikiranku – perlakuan kasar, komentar yang mengganggu, kesalahan yang mencelakakan. Beberapa dari hal itu ada dalam pikiranku dan menyebabkan munculnya pikiran negatif – kemarahan, ketakutan, pikiran yang berdosa. Dan jika aku membiarkan hal-hal itu masuk lebih dalam ke pikiranku, lama-lama akan menjadi bagian dari hidupku dan akan menghancurkan diriku sendiri.

Namun aku mempunyai Gembala yang Baik, dan Ia berjanji jika aku datang kepada-Nya setiap hari, Ia akan mengurapi kepalaku dengan minyak. Aku dapat kembali kepada-Nya berkali-kali setiap hari – dan itu aku lakukan! Dalam doa, aku membawa kepada Gembala kesulitan dan kesusahan dalam pikiranku yang membuatku merasa terganggu sebelum semua itu tinggal menetap dalam pikiranku.

2.      Adu kepala. Domba akan mengadu kepala mereka satu terhadap yang lain untuk mendapatkan posisi dan menegaskan otoritasnya. Domba jantan, terutama, suka mengadu kepala mereka, sedangkan manusia… kita juga melakukannya, kan?

Seorang gembala tahu bahwa domba-dombanya terkadang mengalami pertentangan dan ia tidak dapat mencegahnya, sehingga ia melumasi kepala dombanya dengan minyak. Ketika mereka beradu kepala, kepala domba-domba itu akan berbenturan dengan cepat (licin) tanpa mencelakakan satu sama lain dengan sangat parah.

Gembala kita yang Baik mengerti bahwa kita tidak selalu dapat menghindari pertentangan… namun berdoa bersama dan untuk satu sama lain adalah salah satu cara kita dapat mencegah melukai/mencelakakan orang lain ketika kita sedang bertentangan dengan mereka.

3.      Luka. Kawanan domba hidup di luar (outdoors) – bersama pagar berduri, semak berduri, bebatuan, ranting-ranting, pemangsa liar. Situasi yang tidak baik dan tidak aman. Bahkan padang berumput pun memiliki resiko. Sehingga, gembala memeriksa domba-dombanya setiap hari, kadang pagi dan sore hari, untuk memperhatikan apakah ada luka yang perlu diobati. Memberi minyak pada luka dapat menyembuhkan luka domba itu.

Kita juga hidup di dunia yang berbahaya. Dan kadang kita dapat terluka setiap harinya. Salah satu perkataan yang buruk dari masa kecil adalah “tongkat dan baru dapat mematahkan tulangku, namun perkataan tidak akan melukaiku.” Wah, itu tidak benar; perkataan DAPAT dan BISA melukai kita. Perkataan buruklah yang dapat melukai lebih dalam daripada tongkat dan batu. Luka yang hanya Gembala yang Baik yang dapat menyembuhkannya.

Setiap kita dapat dilukai oleh banyak hal. Dan Yesus memperhatikan luka kita – baik secara fisik, emosi, mental, dan spiritual. Setiap hari, komunikasi yang jujur bersama Yesus adalah cara terbaik untuk menemukan kesembuhan. Jika kita ingin hidup dalam kuasa urapan Roh Kudus, kita harus mengetahui kehendak Gembala kita yang Baik setiap hari yang Ia tawarkan kepada kita sebagai domba-domba-Nya. Hal ini mengingatkanku bahwa aku memerlukan Dia setiap setiap waktu, setiap hari.

Tanggapan/renungan pribadi:


🌈 📣 Fun and Activities:

Memilah ciri-ciri domba dan bukan ciri-ciri domba
Memilah karakter gembala yang baik dengan gembala yang tidak baik
Refleksi :
Adakah sifat-sifat domba yang juga dimiliki oleh anak?










📍 Alat PERAGA:

Klik disini.   


🎼🎸Sing a Song:


......................

                          


Comments