Skip to main content

Minggu 9 - Kubersyukur Dia ampuniku

πŸ‘Tujuan :

1. Anak mengerti tentang pentingnya bersyukur kepada Bapa di Surga, yang satu-satunya dapat mengampuni dosa.
2. Anak mengerti bahwa walaupun ia diampuni, ia tetap menerima konsekuensi dari kesalahannya.

πŸ“– Ayat hafalan :

Matius 6:12...dan ampunilah kami akan  kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami

atau

Kolose 3:13 ...ampunilah seorang akan yang lain ..sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian


πŸ“¨ Latar belakang pengajaran :

...........................................................




🌈 πŸ“£ Attention Grabber :


πŸ“š Bahan Cerita :

Kisah hidup Yunus (Yunus 1-4) dan Dwight L. Moody dari buku Ten Boys Who Made History

D.L.Moody dulu merasa bosan ke sekolah minggu dan setelah mulai bekerja berpikir bahwa mengumpulkan uang adalah hal yang lebih penting. Kemudian, ia bertobat. Ia bahkan melayani Tuhan. Ia menjadi ’orang yang besar’. Satu hal yang menjadi kelemahannya adalah ia sulit mengendalikan kema-rahannya (lepas kontrol). Ia sering marah. Namun, di malam hari, ia akan datang ke kamar anak-anaknya dan meletakkan tangan di atas kepala mereka lalu berkata,”Maafkan Ayah. Apa yang telah Ayah lakukan bukanlah cara yang Kristus ajarkan.”

Seperti bapak Moody, kita juga perlu menyadari kesalahan dan kelemahan kita (mungkin kita sudah pernah minta ampun, tetapI jatuh kembali ke dalam kesalahan yang sama). Kita perlu mengakuinya, mohon pengampunan Bapa di Surga, dan mohon pertolonganNya untuk memberi kita kekuatan dan mengubah kita semakin hari semakin sempurna seperti Dia yang sempurna. Hanya Dia-lah, satu-satunya, yang berkuasa mengampuni dan memperbaharui kita dari hari ke hari. Bersyukur untuk     pengampunanNya.




πŸ“ Alat Peraga :



πŸ‘£ Step by Step :


🎼🎸 Lagu : 

*STOP! Ku mau katakan

apa yang Yesus buat bagiku  )2x

Ampuni dosaku, s’lamatkan jiwaku

Diami hatiku, sucikan daku trus

Stop !....(*)

Stop! Stop! Stop!




🚨  IDE Aktivitas :

Anak menulis dalam sebuah kartu, sifat / kelemahannya yang perlu Tuhan ampuni dan perlu pertolongan Tuhan untuk mengubahnya.

Games : Taat vs konsekuensi
Anak-anak dibagi menjadi dua atau tiga kelompok. Adakan permainan untuk menaati perintah dan mengumpulkan poin. Kelompok yang menang akan mendapat hadiah, sedangkan kelompok yang kalah tidak mendapat hadiah. Berilah penjelasan bahwa kesalahan tetap ada konsekuensinya.  Demikian juga ketika kita berdosa, kita tetap akan menerima konsekuensi dari dosa kita, walaupun kita sudah menerima pengampunan.


πŸ†Tugas Orangtua :
Papa dan Mama, bimbing anak melaksanakan komitmen yang sudah dibuat di kelas. Bacalah juga renungan “Koreksi dalam Perjalanan” dan bagikan pada anak apa yang papa mama dapatkan dari renungan tersebut!




Comments