Skip to main content

Session 5 - Berbeda Dalam Perkataan

 πŸ‘ Grow and Grow in:

  1. Remaja menyadari pentingnya menjaga perkataannya agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.
  2. Remaja menyadari bahaya dari bullying dan pentingnya mengasihi orang lain seperti diri sendiri.

πŸ“– Prepare your BIBLE!
 Mazmur 141:3
Ayat Mas
Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.
Amsal 15:4

🎼🎸Sing a Song:

Song “Words”by Hawk Nelson




πŸ“š Bahan Cerita

Sebuah riset mengatakan bahwa wanita berbicara sekitar 16.000-21.000 kata/hari, sedangkan pria hanya mengeluarkan 5.000-9.000 kata/hari. Hasil riset lain mengatakan bahwa wanita mengeluarkan sekitar 50.000-60.000 kata/harinya, sementara pria mengeluarkan sekitar 30.000 kata/harinya. Beberapa psikolog memperkirakan bahwa setiap orang rata-rata mempunyai 700 kesempatan/hari untuk berbicara kepada orang lain. Sedangkan orang yang banyak bicara, dalam sehari menggunakan kira-kra 12.000 kalimat atau 100.000 kata.
Entah hasil riset mana yang paling valid. Tetapi dari hasil itu kita disadarkan betapa kita harus berhati-hati dengan perkataan kita. Berapa banyak masalah yang bisa timbul dalam satu hari saja oleh banyaknya perkataan yang keluar dari mulut kita? Dan berapa banyak berkat yang dapat dihasilkan dari perkataan kita?


πŸ“£Sharing Time

Dari pengalamanmu selama ini, lebih banyak mana:
perkataan yang membangun/memberkati orang lain atau sebaliknya berisikan hal-hal buruk (gossip, hujatan, hinaan, cercaan, makian, kata-kata negatif, kebohongan, dll)?




Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena bullying di sekolah mulai mendapat perhatian peneliti, pendidik, organisasi perlindungan dan tokoh masyarakat. Bahkan filem “Ekskul” yang diproduksi tahun 2006 dan dibintangi  oleh   Sheila   Marcia,   diilhami  dari   kisah   nyata tentang bullying yang terjadi di sekolah. 
             Dalam bahasa Indonesia, secara harafiah kata “bully” berarti penggertak, orang yang mengganggu orang lemah.
Kasus bullying (teror) di lingkungan sekolah tidak boleh dianggap wajar. Bullying bisa terjadi pada semua tingkatan sekolah, mulai dari TK hingga SLTA. Bentuknya bisa berupa pengucilan, pelecehan, pemalakan, menghasut, menakut-nakuti/intimidasi, mengancam, menindas, ejekan, menghina, menyebarkan rumor/gossip, fitnah, serta kekerasan fisik atau mental secara luas (mendorong, menampar, atau memukul).

Yayasan Plan Indonesia dan SEJIWA melakukan survei yang melibatkan 1.500 pelajar SMP  dan  SMA di 3 kota besar yaitu, Jakarta, Jogjakarta dan Surabaya pada tahun 2008 lalu. 

Dari hasil survey membuktikan bahwa 67% pelajar SMP dan SMA menyatakan tindakan bully pernah terjadi di sekolah mereka. Maraknya kasus kekerasan di sekolah makin membuat kita prihatin. Banyak kasus berawal dari hal sepele, seperti mengejek. Dan bukannya tidak mungkin kuasa bullying juga bisa terjadi di sekolah yang berlabel ‘Kristen’ sekalipun.


Survey Microsoft menyebut Netizen Indonesia ter-Nggak Sopan se-Asia Tenggara 26 Feb 2021
Malaysia (2), Singapura (4)
  • Data tersebut merupakan hasil dari riset yang udah dilakukan oleh Microsoft tentang tingkat kesopanan para pengguna internet di sepanjang tahun 2020.
  • Ada 32 negara yang diteliti oleh Microsoft dan Indonesia ada di urutan 29.
  • 3 faktor utama : hoax, ujaran kebencian dan diskriminasi
  • Setelah publik tahu tentang ini, netizen Indonesia langsung membanjiri kolom komentar akun Instagram Microsoft.
  • Akun Microsoft langsung mematikan kolom komentarnya.

πŸ‘‰Let’s discuss

Pernahkah kamu
di-bully atau melihat bullying terjadi di
sekolahmu? Apa yang kamu lakukan ketika itu? 
Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan bullying terjadi
di sekolahmu? Hal-hal apa yang dapat kamu lakukan 
untuk mencegah terjadinya bullying? 


Jaman now, bukan mulutmu harimaumu, tapi jarimu harimaumu

Ada pepatah :
 “MULUTMU HARIMAUMU” 
Pernahkan kamu menyesali perkataanmu? Manakah yang sering kamu lakukan: ‘Berpikir dahulu baru berkata-kata’ atau ‘Berkata-kata dulu baru berpikir’?
Manakah yang lebih baik di antara kedua hal
tersebut? Mengapa?

Seandainya dapat mengulang, sebutkan sedikitnya 2 perkataan yang ingin kamu tarik kembali! Perkataan apakah itu dan bagaimana kamu menggantinya?


πŸ”Ž⏳Questions and beyond! 
Yakobus 3:8 mengatakan: “… tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.” 
Apa yang harus kita lakukan dengan lidah/perkataan kita?


1. Lidah/perkataan kita dapat menjadi bencana atau berkat, tergantung bagaimana kita memakainya. Karena itu kita harus menjaga :

2. Tidak sedikit anak remaja yang memiliki kebiasaan bergosip dan dapat berlanjut ke arah bullying. Gaya hidup anak Tuhan bukan BULLYING, tapi mengasihi orang lain, bahkan musuh, seperti diri sendiri (Matius 5:44). Catatan: kata ‘pemfitnah’ dalam Alkitab terjemahan NIV: ‘gossip’)



3. Segala perkataan yang keluar dari mulut kita, baik yang disadari ataupun tidak, kelak harus dipertanggung-jawabkan pada hari penghakiman 



πŸ“£πŸ˜ŽApplication:

Dalam menjalin relasi satu sama lain,Tuhan ingin anak-anak-Nya untuk belajar menerima orang lain apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. NO BULLY!


πŸ™LET’S PRAY
  1. Mohon pimpinanTuhan agar  perkataan kita dapat memuliakan nama Tuhan dan membangun orang lain.
  2. Mohon keberanian untuk menghentikan tindakan bullying atau mengingatkan orang lain yang melakukan bully.
  3. Minta hikmat Tuhan agar dapat belajar menerima orang lain apa adany

πŸ“ Alat PERAGA:

Comments